Rabu, 18 April 2012

Sigmund Freud, Sang Atheist Sejati

Sigmund Freud yang terkenal dengan Teori Psikoanalisis adalah seorang ilmuwan kondang yang bisa disejajarkan dgn Darwin maupun Einstein. Banyak orang mengenal dan mengetahui hasil karyanya, tetapi hanya sedikit orang yang mengetahui kehidupan dia yang sebenarnya. Apakah Anda tahu bahwa ia menyimpan banyak sekali rahasia berupa koleksi hasil karyanya yg disimpan di Library of Congress di Washington. Rahasia tsb sampai detik ini tidak boleh dipublikasikan maupun dibaca oleh siapapun juga. Koleksi karya dia ini baru boleh dibuka pada tahun 2113. Apakah ini rahasia mengenai kehancurannya umat manusia? 
Freud yakin dan juga cemas, bahwa pada suatu saat umat manusia ini akan punah. Jadi mirip seperti surat rahasia Fatima yang mewahyukan tentang kiamat. Hanya bedanya Freud adalah seorang ateist tulen dan pendukung beratnya teori Darwin. Menurut dia agama itu hanya sekedar ilusi atau iming-iming saja. Agama itu dasar utamanya hanya sekedar angan-angan (wishfulfillment), karena manusia takut mati dan menderita. (The Future of an Illusion - 1927). 

Ia juga menilai sebagai infantilisme (kenakan-kanakan). Tuhan itu sebenarnya adalah ciptaan dari daya khayal manusia, sebagai pengganti dari sang ayah. Jadi akar kebutuhan terhadap agama ada di father complex (ampun  deh ^_^). Seorang Bapak yang berkuasa, adil dan pengasih hal ini menjadi hidup kembali di dlm sosok figur Tuhan. Oleh sebab itulah umat Nasrani paling merasa genah dan cocok dimana mereka diperkenankan untuk menyapa Sang Pencipta dengan panggilan nama "Bapa". (Totem and Taboo - 1913) 

Sigmund Freud dilahirkan 150 th yang lampau tepatnya pada tgl 6 Mei 1856 di Morovia. Nama dia yang sebenarnya adalah Sigismund Schlomo Freud. Ia lahir dari keluarga Yahudi. Memiliki dua kakak tiri dan tujuh adik kandung. Dimana empat adik perempuannya dibunuh oleh Nazi (Hitler). Ia sendiri berhasil melarikan diri ke London. Buku-buku hasil karyanya dibakar oleh Nazi di th 1933. 

Berdasarkan analisanya sendiri, ia mengakui bahwa pada masa kanak2nya ia pernah mengidap Odipus Kompleks (oww pantesan..). Dimana ia mencintai ibu kandungnya sendiri dan cemburu terhadap ayahnya. Oleh sebab itulah ia menilai setiap anak sekitar usia 5 tahun akan mengalami nasib yang serupa seperti dia. 

Pada awalnya ia ingin melanjutkan studinya dalam bidang hukum, tetapi mengalami kesulitan karena adanya tekanan dari golongan antisemit. Akhirnya ia mengambil jurusan medis. 

Ia pernah mengadakan penelitian mengenai kokain (sabu-sabu) dimana ia sendiri yang dijadikan kelinci percobaannya. Akhirnya ia jadi kecanduan. Hal ini diakuinya dalam surat pribadi yangditujukan kepada tundangannya Martha Bernays. Bahkan banyak musuhnya yang menilai bahwa kebanyakan hasil karya Freud itu ditulis pada saat ia sedang dalam keadaan ON. Jadi mirip dengan mang Ucup baru bisa nulis kalau sedang dalam keadaan mabok githu. Hasil studinya Freud mengenai Kokain pernah pernah ditulis di th 1887 dengan judul "Ueber Coca" 

Ia pernah mencoba menganalisa dirinya melalui biographi yang ditulisnya sendiri. Walaupun demikian diketahui, bahwa ia sendiri telah memusnahkan biographinya minimum dua kali di th 1885 & th 1907 sehingga sedikit yang kita ketahui mengenai masa remajanya. 

Melalui pasiennya yang disebut Anna O - nama aslinya Bertha Pappenheim, ia menemukan terapi kongkouw (talking cure). Agar bisa kongkouw dengan santai maka disediakan sofa dimana pasiennya bisa kongkouw sambil berbaring begitu. Original sofa Freud masih bisa dilihat di Museum Freud di Wien. 

Ia sendiri pernah mendapatkan kritikan keras dari kaum feminist atas teorinya dimana ia menilai bahwa perempuan itu sebenarnya adalah makhluk pria yang dikebiri, karena tidak memiliki penis. Hal inilah yang mengakibatkan kaum perempuan itu selalu memiliki perasaan iri terhadap penis pria yang disebutnya sebagai Penisneid (Penisenvy). 

Ia juga menilai bahwa setiap manusia di kolong langit ini didorong oleh dua instink utama ialah disatu pihak ingin tetap bisa hidup terus yang berkaitan dengan sex (Eros), tetapi dilain pihak juga siap untuk mati - thanatos (Thanatos = nama dewa maut Yunani). 

Freud adalah perokok berat cerutu, hingga akhir hayatnya ia masih saja tetap merokok. Pada tahun 1922 diketahui bahwa Freud menderita kanker. Ia telah menjalani operasi hingga 30 kali walaupun demikian tidak bisa disembuhkan. Pada tgl 23 Sep 1939 melalui Dr pribadinya Dr Schur ia minta di euthanasia (dibunuh) melalui suntikan morphin yang overdosis.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar