Rabu, 18 April 2012

Sigmund Freud, Sang Atheist Sejati

Sigmund Freud yang terkenal dengan Teori Psikoanalisis adalah seorang ilmuwan kondang yang bisa disejajarkan dgn Darwin maupun Einstein. Banyak orang mengenal dan mengetahui hasil karyanya, tetapi hanya sedikit orang yang mengetahui kehidupan dia yang sebenarnya. Apakah Anda tahu bahwa ia menyimpan banyak sekali rahasia berupa koleksi hasil karyanya yg disimpan di Library of Congress di Washington. Rahasia tsb sampai detik ini tidak boleh dipublikasikan maupun dibaca oleh siapapun juga. Koleksi karya dia ini baru boleh dibuka pada tahun 2113. Apakah ini rahasia mengenai kehancurannya umat manusia? 
Freud yakin dan juga cemas, bahwa pada suatu saat umat manusia ini akan punah. Jadi mirip seperti surat rahasia Fatima yang mewahyukan tentang kiamat. Hanya bedanya Freud adalah seorang ateist tulen dan pendukung beratnya teori Darwin. Menurut dia agama itu hanya sekedar ilusi atau iming-iming saja. Agama itu dasar utamanya hanya sekedar angan-angan (wishfulfillment), karena manusia takut mati dan menderita. (The Future of an Illusion - 1927). 

Ia juga menilai sebagai infantilisme (kenakan-kanakan). Tuhan itu sebenarnya adalah ciptaan dari daya khayal manusia, sebagai pengganti dari sang ayah. Jadi akar kebutuhan terhadap agama ada di father complex (ampun  deh ^_^). Seorang Bapak yang berkuasa, adil dan pengasih hal ini menjadi hidup kembali di dlm sosok figur Tuhan. Oleh sebab itulah umat Nasrani paling merasa genah dan cocok dimana mereka diperkenankan untuk menyapa Sang Pencipta dengan panggilan nama "Bapa". (Totem and Taboo - 1913) 

Sigmund Freud dilahirkan 150 th yang lampau tepatnya pada tgl 6 Mei 1856 di Morovia. Nama dia yang sebenarnya adalah Sigismund Schlomo Freud. Ia lahir dari keluarga Yahudi. Memiliki dua kakak tiri dan tujuh adik kandung. Dimana empat adik perempuannya dibunuh oleh Nazi (Hitler). Ia sendiri berhasil melarikan diri ke London. Buku-buku hasil karyanya dibakar oleh Nazi di th 1933. 

Berdasarkan analisanya sendiri, ia mengakui bahwa pada masa kanak2nya ia pernah mengidap Odipus Kompleks (oww pantesan..). Dimana ia mencintai ibu kandungnya sendiri dan cemburu terhadap ayahnya. Oleh sebab itulah ia menilai setiap anak sekitar usia 5 tahun akan mengalami nasib yang serupa seperti dia. 

Pada awalnya ia ingin melanjutkan studinya dalam bidang hukum, tetapi mengalami kesulitan karena adanya tekanan dari golongan antisemit. Akhirnya ia mengambil jurusan medis. 

Ia pernah mengadakan penelitian mengenai kokain (sabu-sabu) dimana ia sendiri yang dijadikan kelinci percobaannya. Akhirnya ia jadi kecanduan. Hal ini diakuinya dalam surat pribadi yangditujukan kepada tundangannya Martha Bernays. Bahkan banyak musuhnya yang menilai bahwa kebanyakan hasil karya Freud itu ditulis pada saat ia sedang dalam keadaan ON. Jadi mirip dengan mang Ucup baru bisa nulis kalau sedang dalam keadaan mabok githu. Hasil studinya Freud mengenai Kokain pernah pernah ditulis di th 1887 dengan judul "Ueber Coca" 

Ia pernah mencoba menganalisa dirinya melalui biographi yang ditulisnya sendiri. Walaupun demikian diketahui, bahwa ia sendiri telah memusnahkan biographinya minimum dua kali di th 1885 & th 1907 sehingga sedikit yang kita ketahui mengenai masa remajanya. 

Melalui pasiennya yang disebut Anna O - nama aslinya Bertha Pappenheim, ia menemukan terapi kongkouw (talking cure). Agar bisa kongkouw dengan santai maka disediakan sofa dimana pasiennya bisa kongkouw sambil berbaring begitu. Original sofa Freud masih bisa dilihat di Museum Freud di Wien. 

Ia sendiri pernah mendapatkan kritikan keras dari kaum feminist atas teorinya dimana ia menilai bahwa perempuan itu sebenarnya adalah makhluk pria yang dikebiri, karena tidak memiliki penis. Hal inilah yang mengakibatkan kaum perempuan itu selalu memiliki perasaan iri terhadap penis pria yang disebutnya sebagai Penisneid (Penisenvy). 

Ia juga menilai bahwa setiap manusia di kolong langit ini didorong oleh dua instink utama ialah disatu pihak ingin tetap bisa hidup terus yang berkaitan dengan sex (Eros), tetapi dilain pihak juga siap untuk mati - thanatos (Thanatos = nama dewa maut Yunani). 

Freud adalah perokok berat cerutu, hingga akhir hayatnya ia masih saja tetap merokok. Pada tahun 1922 diketahui bahwa Freud menderita kanker. Ia telah menjalani operasi hingga 30 kali walaupun demikian tidak bisa disembuhkan. Pada tgl 23 Sep 1939 melalui Dr pribadinya Dr Schur ia minta di euthanasia (dibunuh) melalui suntikan morphin yang overdosis.  

Selasa, 17 April 2012

Jendela Rumah Sakit

Dua orang yang mempunyai penyakit serius menempati kamar yang sama di rumah sakit.
Pasien yang satu, setiap siang hari dibolehkan duduk selama satu jam supaya cairan yang ada di paru-parunya cepat hilang dan tempat tidurnya terletak di sebelah jendela satu-satunya di kamar itu.SedangPasien yang satunya lagi hanya dapat berbaring di atas punggungnya setiap hari.
Kedua orang ini berbicara tentang istri, keluarga, rumah tangga, pekerjaan dan keterlibatan mereka dalam tugas-tugas militer.
Setiap siang, ketika pasien yang dekat jendela duduk, ia menghabiskan waktunya bercerita kepada teman sekamarnya tentang semua yang ia lihat dari balik jendela.
Teman sekamarnya selama satu jam hidup dalam dunia yang lebih luas. Kegiatan dan warna dunia luar membuatnya lebih bergairah hidup.
Jendela itu menghadap ke taman yang di dalamnya ada telaga yang indah.
Angsa dan itik bermainan di atas air sementara anak-anak melayarkan kapal-kapal mainannya. Sepasang kekasih jalan bergandeng tangan di antara bunga-bunga yang berwarna-warni seperti pelangi.
Pohon tua yang besar menambah indahnya pemandangan.
Garis bayangan kota terlihat di kejauhan. Setiap kali pasien yang di dekat jendela menjelaskan semuanya secara indah dan rinci, teman sekamarnya memejamkan mata membayangkan pemandangan itu.
Suatu siang yang hangat, pasien yang di dekat jendela menceritakan parade yang lewat.
Meskipun teman sekamarnya sama sekali tidak mendengar suara drum band, tapi ia dapat melihat parade itu dalam pikirannya karena temannya menggambarkannya dengan jelas.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan.
Suatu pagi, perawat yang datang membawakan air untuk mandi mereka mendapati tubuh pasien dekat jendela sudah tidak bernyawa.
Ia meninggal dengan penuh kedamaian dalam tidurnya.
Perawat yang selama ini telah merawatnya merasa sedih.
Ia memanggil karyawan rumah sakit untuk memindahkan mayat itu.
Setelah menganggap layak waktunya, pasien yang lain bertanya apakah ia boleh pindah ke dekat jendela.
Perawat tidak keberatan dengan pergantian tempat ini.
Setelah merasa bahwa sang pasien telah berbaring dengan nyaman di sebelah jendela, sang perawat pergi meninggalkannya sendiri.
Perlahan-lahan dengan menahan sakit, pasien itu menggunakan sikunya agar tubuhnya naik dan dapat melongok ke jendela.
Akhirnya ia bakal melihat pemandangan indah itu dengan mata kepalanya sendiri.
Ia tegangkan badannya lalu perlahan-lahan berputar untuk melihat ke jendela.
Betapa kagetnya ketika ia mengetahui bahwa di balik jendela itu hanya tembok belaka.
Si pasien lalu menceritakan kejadian yang dialaminya kepada perawat.
“Apa gerangan yang membuat teman sekamarku berbuat demikian?” Tanya si pasien kepada perawat.
“Lelaki itu sesungguhnya buta, tembok yang ada di seberang jendela itu pun tak dapat dilihatnya.” Jelas si perawat.
“Mungkin ia ingin membesarkan hatimu…….!!!”
Semoga kita bisa mengambil hikmah kisah ini

Rabu, 11 April 2012

Kekuatan Sugesti


Suatu ketika di Negara Eropa, seorang kriminal buronan negara berhasil tertangkap. Sang kriminal adalah buronan kelas kakap yang telah melakukan banyak sekali kejahatan, perampokan, pembunuhan, terorisme dan tidaklah terhitung daftarnya.
Pengadilan Negara menjatuhkan vonis hukuman mati kepadanya dan mereka mulai mendiskusikan hukuman apa yang akan mereka berikan kepada sang kriminal. Mereka memilih beberapa alternatif, diantaranya hukuman gantung, hukuman tembak, kursi listrik, ruang beracun, dll.
Pada saat diskusi tersebut berlangsung, seorang ilmuwan mencadangkan suatu metode baru sebagai percobaan untuk memberi vonis hukuman mati, suatu metode yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Mereka pun mendengarkan ide tersebut dan akhirnya mereka pun menyetujui ide tersebut dan membiarkan sang ilmuwan melakukan riset terhadapnya.
Sang kriminal dimasukkan kedalam suatu ruangan dan dibaringkan dengan tubuh terikat. Matanya ditutup dan dibisikkan ”Kamu akan segera dihukum mati! dengan metode terbaru maka urat nadi di pergelanganmu akan kami potong dan darahmu akan segera menetes. Kamu tidak akan merasa sakit karena teknologi yang kami gunakan sangat canggih.
Darahmu akan menetes perlahan-lahan dan akan membiarkan dirimu mendengar suara tetesannya. Secara perlahan kamu akan kehabisan darah dan tubuhmu akan melemah, detak jantungmu semakin perlahan.. semakin lemah.. sampai akhirnya kamu akan mati !”
Mereka pun kemudian eksekusi, sang kriminal mulai merasakan potongan di pergelangan tangan kanannya, segera ia merasakan aliran darahnya menetes.. tes..tes… suara tetesan tersebut membuatnya tahu bahwa dia semakin kehilangan darah.. dan tubuhnya semakin lemah.. sampai jantungnya berdetak semakin perlahan.. dan tragisnya diapun mati.
Ironisnya… walaupun sang kriminal tersebut mati. Dia tidak sempat menyadari bahwa percobaan yang dilakukan terhadapnya bukanlah teknologi canggih untuk memotong pergelangannya. Tetapi.. yang mereka lakukan hanyalah.. mengambil sepotong es dingin yang tajam.. kemudian digunakannya potongan tersebut melewati pergelangannya yang sesungguhnya tidak memotongapapun!
Sang kriminal, yang dibuat percaya bahwa pergelangannya telah dipotong, mengikuti semua sugesti palsu yang dikatakan oleh sang ilmuwan. Walaupun yang dikatakan palsu, tetapi sugesti tersebut menjadi ‘kenyataan’ karena sang kriminal memang mempercayainya!
Apa inti cerita diatas?? Dalam otak kita, ada sesuatu yang dinamakan alam bawah sadar, dan apapun yang kita berikan kedalamnya, akan menjadi kenyataan! Tubuh kita akan mempercayai informasi apapun, walaupun itu palsu! Jika kita mempercayainya, maka tubuh kita akan bereaksi seolah-olah itu adalah kenyataan. Sama juga dengan kehidupan, Jika Anda menonton TV yang membentuk pikiran Anda dengan hal-hal yang tidak berguna setiap harinya.. maka diri andapun menjadi pribadi yang tidak berguna.
Karena itu, jika Anda menginginkan hal yang terbaik segera isilah pikiran Anda dengan hal-hal positif.. Jika ingin kaya.. isilah otak Anda dengan kekayaan.. Jika ingin sukses, isilah pikiran Anda dengan kesuksesan.
Statistik menyatakan 90% dari orang di sekitar Anda adalah Negatif! Apakah Anda salah satunya?? Jika ya, maka segera keluarlah dari zona nyaman Anda serta isilah segera diri Anda dengan ide-ide dan kepercayaan dari 10% orang yang kaya dan sukses!!! Kebanyakan orang berpikir bahwa ‘Orang Kaya’ itu berbeda, mereka lebih pintar, mereka lebih beruntung, atau lebihberpendidikan daripada kita.
Sesungguhnya ‘Orang Kaya’ berbeda karena mereka berpikir dengan cara yang berbeda!!! Jika Anda ingin menjadi seperti mereka, maka Anda harus belajar kepercayaan- kepercayaan dan pola pikir mereka tentang uang. Jika Anda ingin kaya, buang semua kepercayaan lama, ubah mindset negatif Anda tentang uang, ubah kepercayaan Anda tentang uang, maka Anda akan segera berhenti mengejar uang, dan yang terjadi malah sebaliknya Uang yang akan mengejar Anda!!!
Untuk mengubah keadaan di sekitar Anda, semua harus dimulai dari dalam pikiran Anda dan dari kepercayaan Anda..

Senin, 27 Februari 2012

Foto-Foto Lucu Binantang Ketiduran


Gambar-gambar lucu binatang yang ketiduran. Salah satunya sedang bermimpi menjadi Komandan perang...wkwkwk

25 Funny Pictures of Sleeping Animals
25 Funny Pictures of Sleeping Animals
25 Funny Pictures of Sleeping Animals
25 Funny Pictures of Sleeping Animals
25 Funny Pictures of Sleeping Animals

25 Funny Pictures of Sleeping Animals
25 Funny Pictures of Sleeping Animals
25 Funny Pictures of Sleeping Animals
25 Funny Pictures of Sleeping Animals
25 Funny Pictures of Sleeping Animals
25 Funny Pictures of Sleeping Animals
25 Funny Pictures of Sleeping Animals
25 Funny Pictures of Sleeping Animals
25 Funny Pictures of Sleeping Animals
25 Funny Pictures of Sleeping Animals
25 Funny Pictures of Sleeping Animals
25 Funny Pictures of Sleeping Animals
25 Funny Pictures of Sleeping Animals
25 Funny Pictures of Sleeping Animals
25 Funny Pictures of Sleeping Animals
25 Funny Pictures of Sleeping Animals
25 Funny Pictures of Sleeping Animals
25 Funny Pictures of Sleeping Animals

















Jumat, 24 Februari 2012

10 Mitos Terbesar Psikologi


Sebuah buku baru karya Scott O. Lilienfeld, Steven Jay Lynn, John Ruscio, dan Barry L. Beyerstein (Wiley-Blackwell, 2009) mengungkapkan 50 mitos psikologi. Mereka semua adalah profesor di bidang psikologi. Selain 50 mitos dipaparkan dengan begitu banyak referensi ilmiah (setidaknya 74 referensi), juga diberikan sekitar 250 mitos psikologi minor. Secara umum, mitos ini muncul akibat kebudayaan populer, kehidupan sehari-hari dan lebih jauh lagi faktor-faktor sosiologi dan psikologi itu sendiri. Menurut Lilienfeld et al, inilah 10 mitos terbesarnya.

Mitos pertama : Kita Hanya Menggunakan 10% Otak Kita

Ini jelas salah. Otak bekerja secara totalitas sehingga tidak ada bagian otak yang tidak bekerja bagi orang yang normal. Mitos ini berasal dari psikolog William James satu abad yang lalu. Saat itu ia menulis kalau ia meragukan kalau rata-rata manusia mencapai sekitar 10% potensi intelektualnya. Dalam sebuah studi, saat ditanya “Sekitar berapa persen kekuatan otak potensial manusia yang menurut kamu dipakai sebagian besar orang?, ” sepertiga mahasiswa psikologi menjawab 10%. Dalam waktu lama, para motivator “berpikir positif” memperbesar mitos ini menjadi seolah sebuah fakta. Sebagai contoh, dalam buku How to be Twice as Smart, Scott Witt menulis “Jika kamu seperti orang kebanyakan, berarti kamu hanya memakai sepuluh persen kekuatan otakmu.” Selain itu terdapat juga daerah korteks diam yang menurut para ahli masa lalu tidak memiliki fungsi namun sekarang telah terbukti berperan penting untukbahasa dan berpikir abstrak dan diganti namanya menjadi korteks asosiasi. Masyarakat awam juga mengambil pernyataan ilmuan kalau mereka belum mengetahui dengan pasti fungsi dari 90% bagian otak, lalu dijadikan seolah fakta bahwa 90% ini berarti tidak berfungsi. Akhirnya ada juga yang mengklaim kalau Albert Einstein yang bilang bahwa kecerdasannya hanya berasal dari 10% bagian otaknya. Walau begitu, tidak ada bukti kalau Einstein pernah mengatakan demikian.

Mitos Kedua : Lebih Baik Marah daripada Ditahan


Dalam sebuah survey, 66% mahasiswa percaya kalau lebih baik membiarkan marah itu lepas (katharsis) ketimbang menahannya, karena dapat mengganggu kesehatan. Film Anger Management tahun 2003 juga menyebarkan keyakinan ini dengan menyarankan seorang tokoh memukul bantal atau tas sebagai penyaluran kemarahan. Bahkan ada juga psikolog yang menyuruh kliennya berteriak atau melemparkan bola ke dinding saat mereka marah. Sayangnya, keyakinan ini sama sekali tidak didukung bukti ilmiah apapun kalau hal tersebut memang dapat meredakan agresi. Malahan hal tersebut justru akan meningkatkan agresi. Lebih jauh lagi, bermain sepakbola juga dapat meningkatkan agresivitas baik pemain maupun suporter.

Mitos Ketiga : Penyebab utama masalah kejiwaan adalah Kepercayaan Diri yang Rendah

Mitos ini juga dimunculkan oleh para motivator berpikir positif. Sebuah buku, Self-Esteem Games, memuat 300 aktivitas untuk membantu anak merasa nyaman dengan dirinya sendiri, seperti mengulang-ulang afirmasi positif yang menekankan keunikan mereka. Walau demikian, penelitian menunjukkan kalau kepercayaan diri tidak berhubungan kuat dengan kesehatan mental yang lemah. Dalam penelitian komprehensif  oleh Roy Baumeister et al yang meninjau lebih dari 15 ribu studi mengenai kepercayaan diri ke segala jenis variabel psikologi. Mereka menemukan kalau kepercayaan diri kecil sekali hubungannya dengan kesuksesan hubungan antar manusia, dan tidak berhubungan dengan pasti pada penyalahgunaan obat-obatan. Lebih jauh, mereka menemukan kalau kepercayaan diri berhubungan positif dengan prestasi di sekolah, tapi hubungan interaktif ini lebih condong pada prestasi di sekolah. Artinya, pengaruh prestasi sekolah dalam meningkatkan kepercayaan diri lebih kuat daripada pengaruh kepercayaan diri terhadap prestasi di sekolah. Fakta yang paling mengesankan adalah kepercayaan diri yang rendah tidak perlu dan tidak cukup untuk menyebabkan depresi.

Mitos keempat: Ingatan Manusia bekerja Seperti Kamera Video

Sudah jelas hal ini adalah mitos. Terlalu sering anda atau orang lain disekitar anda lupa akan sesuatu. Tapi 36% orang percaya kalau otak dapat merekam pengalaman secara sempurna layaknya kamera video. Hal ini disebabkan terutama kalau seseorang lupa, ia mungkin tidak sadar kalau ia lupa. Pikirannya menjadi kreatif dan menambal ingatan yang hilang tersebut dengan ingatan lain yang entah dari peristiwa apa yang masih ia ingat. Ini menunjukkan kalau sifat ingatan bukanlah reproduktif (menyalin apa yang kita alami) tapi bersifat rekonstruktif (menambal ingatan). Para ilmuan bahkan mampu membuat subjek penelitiannya percaya sepenuh hatinya kalau sebuah kejadian fiktif yang dibuat ilmuan, benar-benar terjadi.

Mitos kelima : Hipnotis adalah Kondisi Khusus yang berbeda dari kondisi sadar

Keyakinan ini muncul dari film dan dunia hiburan. Tapi penelitian menunjukkan orang yang dihipnotis dapat menolak dan bahkan menentang sugesti penghipnotis terutama dalam melakukan hal-hal yang berlawanan dengan prinsipnya seperti menyakiti orang yang mereka tidak sukai. Orang yang terhipnotis sepenuhnya dalam kondisi sadar. Pindai otak juga tidak menunjukkan adanya pola khusus di otak orang yang dihipnotis. Para ilmuan mampu membuat orang melakukan apa yang dilakukan oleh orang yang dihipnotis tanpa melakukan hipnotis. Dengan kata lain, hipnotis semata merupakan sebuah prosedur diantara banyak prosedur untuk meningkatkan respon seseorang pada sugesti.

Mitos keenam : Alat Pendeteksi Kebohongan (Poligraf) adalah Alat yang Akurat

Poligraf ditemukan tahun 1920an oleh psikologi William Moulton Marston. Alat ini pada dasarnya alat pengukur tekanan darah sistolik, karena ia percaya kalau saat orang berbohong, tekanan darah sistoliknya meningkat. Mesin ini kemudian disempurnakan dengan menambahkan pengukuran konduktansi kulit dan pernapasan. Selain hal ini belum tentu berhubungan, grafik poligraf yang dihasilkan sulit untuk dianalisa hingga sekarang. Ambil contoh, orang yang jujur tapi berkeringat banyak, dapat disalah sangka sedang berbohong. Belum lagi tidak adanya bukti kalau efek Pinokio (reaksi emosi atau fisiologi yang hanya terjadi saat seseorang berbohong) itu ada. Satu-satunya yang bisa ditunjukkan poligraf saat seseorang memakainya adalah bukti bahwa orang tersebut tegang atau tidak. Dengan kata lain, poligraf bukanlah alat pendeteksi kebohongan tapi alat pendeteksi ketegangan. Bagi para penjahat berdarah dingin dan psikopat, mereka dapat lolos dengan mudah lewat alat deteksi kebohongan ini. Dan sudah banyak orang yang tidak bersalah dihukum gara-gara mesin poligraf.

Mitos ketujuh : Dua Hal yang Berlawanan Saling Tarik Menarik


Maksud dari mitos ini adalah, dua orang yang memiliki hal yang bertentangan, dapat tertarik satu sama lain. Hal yang bertentangan ini bisa saja kepribadian, keyakinan dan penampilan. Film banyak mengeksploitasi ini. Cinta antara Putri dan Si Buruk Rupa, Cinta antara Ateis dan Pendeta, Percintaan antara jenderal jahat dan peri baik hati. Hal ini diperkuat lagi oleh pendapat Harville Hendrix, Ph.D. kalau hanya mereka yang berlawanan yang dapat saling tertarik. Sebaliknya, penelitian membuktikan Hendrix sepenuhnya salah. Lusinan bukti menunjukkan orang yang sama sifatnya lah yang lebih mungkin berpasangan. Kutu buku dengan kutu buku, anak punk dengan anak emo, anggota grop facebook dengan anggota grup yang sama, dsb. Jauh lebih banyak orang yang tertarik dengan sesama sifat daripada yang berlawanan sifat. Survey juga menunjukkan kalau kesamaan sifat ini penting bagi keharmonisan keluarga. Gampangnya seperti ini, semakin sesuai pendapat seorang tokoh politik dengan pendapat kita, semakin besar kemungkinan kalau kita menyukai tokoh tersebut.

Mitos kedelapan: Penderita Schizophrenia memiliki Kepribadian Ganda

Mitos di masyarakat menganggap kalau schizophrenia sama artinya dengan kepribadian ganda (multiple personality disorder – MPD). Dalam sebuah survey, 77% mahasiswa psikologi percaya kalau penderita schizophrenia adalah pemilik kepribadian ganda. Fim Me, Myself, and Irene yang diperankan Jim Carrey juga mengeksploitasi mitos ini. Ia didiagnosa menderita schizophrenia, padahal pada kenyataannya ia menderita kepribadian ganda. Pada kenyataannya, dua penyakit ini sangat berbeda. Penderita MPD memiliki dua atau lebih kepribadian dalam dirinya dalam satu waktu. Dan banyak ahli psikologi yang ragu kalau penyakit seperti ini benar-benar ada. Schizophrenia sebaliknya, memiliki fungsi psikologi yang terpisah-pisah, khususnya emosi dan berpikir. Bagi orang normal, apa yang kita rasakan dan pikirkan sekarang akan berhubungan erat dengan apa yang kita rasakan dan pikirkan beberapa saat lagi. Tapi bagi penderita Schizophrenia, pikiran dan emosi tersebut dapat berubah begitu cepat dan ekstrim. Kepribadiannya tetap sama, hanya saja emosi dan pikirannya yang tidak terprediksi. Akibatnya orang skizophrenia justru memiliki resiko rendah melakukan bunuh diri, mengalami depresi, ketakutan, penyalahgunaan narkoba, pengangguran dan tuna wisma. Wajar saja, bila sekarang ia merasa begitu sedih beberapa saat lagi ia menjadi sangat senang. Bagi orang normal, sekarang ia merasa begitu sedih, beberapa saat lagi mungkin ia akan bunuh diri atau depresi. Seperti kata Irving Gottesman, “penyalahgunaan istilah schizophrenia dalam merujuk kebijakan luar negeri Amerika Serikat, pasar saham atau ketidak sesuaian sesuatu dengan harapan seseorang tidaklah sama dengan masalah kesehatan umum dan penderitaan dengan penyakit paling sulit dipahami dari pikiran manusia ini.”

Mitos kesembilan : Bulan Purnama Menyebabkan Kegilaan dan Kejahatan

Mitos ini sudah sangat purba. Ia berasal dari masa saat manusia belum memiliki lampu listrik. Akibatnya orang senang saat malam hari terang oleh purnama. Mereka lebih aktif daripada malam biasa yang gelap. Sekarang hal tersebut sudah tidak teramati lagi, karena setiap rumah memiliki listrik dan tidak terlalu banyak orang terlalu memperhatikan bulan. Legenda dari Yunani Kuno dan Abad Pertengahan mengatakan adanya manusia serigala, vampire, dan monster menyeramkan saat bulan purnama. Tapi beberapa pihak mengklaim kalau kebiasaan ini tertanam secara tidak sadar pada diri manusia. Tahun 1985, dua psikolog memeriksa semua bukti penelitian yang ada mengenai pengaruh bulan, dan tidak satupun ada bukti kalau bulan berpengaruh pada kejahatan, kecenderungan bunuh diri, masalah kejiwaan, jumlah orang yang masuk rumah sakit jiwa atau telpon darurat. Penelitian lebih modern juga membantah adanya hubungan antara bulan purnama dengan bunuh diri, orang yang masuk rumah sakit jiwa, orang yang masuk UGD, dan gigitan anjing.

Mitos kesepuluh: Banyak Kriminal Berhasil Membela Diri dengan Mengaku Gila

Setelah memberi pidato tanggal 30 maret, 1981, Presiden Ronald Reagan muncul dari hotel Washington Hilton. Beberapa detik kemudian, enam tembakan terdengar. Satu mengenai agen rahasia, satu polisi, satu sekretaris James Brady dan satu mengenai presiden sendiri. Sang penembak adalah pria berusia 26 tahun bernama John Hinckley, yang jatuh cinta dengan artis Jodie Foster dan yakin kalau dengan membunuh Presiden, Foster akan tergugah dan jatuh cinta padanya. Tahun 1982, saksi ahli psikologi berdebat mengenai apakah Hinckley bersalah atau tidak karena alasan gila. Akhirnya juri memutuskan kalau Hinckley gila. Keputusan juri memicu protes publik. Pooling ABC menunjukkan 76% rakyat tidak setuju dengan keputusan tersebut. Dan dari sini mulailah mitos kalau dengan alasan gila, banyak penjahat yang berhasil lolos dari penjara. Mitos ini semakin diperkuat oleh film-film action yang menunjukkan antagonis pura-pura gila untuk menghindari hukuman. Namun keyakinan ini sama sekali salah. Data menunjukkan kalau pengajuan alasan gila di pengadilan berada di bawah 1%. Dan dari semua pengajuan ini, hanya 25% saja yang diputuskan memang gila. Lebih parah lagi, orang yang dinyatakan gila di pengadilan akan dikirim ke rumah sakit jiwa dan disana mereka menghabiskan waktu rata-rata 3 tahun sebelum diputuskan apakah ia harus ditahan lebih lama atau dilepaskan. Akibatnya bagi orang normal yang berhasil mengaku gila, tinggal di rumah sakit jiwa bisa jadi hal yang lebih menyiksa dari di penjara. Di penjara ia punya waktu yang jelas untuk bebas dan tidak perlu berpura-pura, di rumah sakit jiwa tidak

Boneka Bayi Yang Sangat Mirip Aslinya


Glenda Ewart, adalah seorang seniman yang sangat berbakat, dia berasal dari Castlerock, Irlandia, karyanya adalah menciptakan boneka hyper-realistis (sangat mirip dengan nyata) bayi yang baru lahir.

Sebagai seorang mantan koki, Glenda Ewart menemukan bakat seninya pada boneka bayi disaat dia hamil anak pertamanya. Sekarang dia mampu menciptakan boneka bayi yang sangat mirip bayi asli, dengan menggunakan beberapa lapis cat, bertujuan untuk menciptakan kulit lembut bayi baru lahir. Setelah 'kulit' tersebut kering dalam oven, bagian yang paling berat dimulai: menanamkan lebih dari 20.000 helai rambut ke dalam kulit kepala boneka tersebut. Mungkin bagi yang lain ini merupakan proses yang sangat sulit, Glenda Ewart mengatakan dia mencintai setiap saat melakukan hal yang sulit itu.